Rabu, 05 Oktober 2016

Pasrah

Memuja bukan dengan alasan
alasannya yang sulit namun membuat gemetar
Begitu jauhnya kita
Membuat alasan itu semakin pipih
Rapuh dan mudah patah
Ketika setiap detik disertai dengan nyanyian
Dapatkan merambat ke atap waktu nyanyian itu terjatuh?
entah karena alasan lagi atau karena sudah mati
Sehingga merajut tangga untuk berdiripun tidak sanggup
kepastian dari pujaan itu membuatku lelah
Hingga tersungkur aku di duri yang merekah
Masihkah ada waktu kita untuk menggenggam ?
menggenggam asa bersama
Ada bersama
Tarian pena bersama
Bersihkan aku dari debu mu yang mengganjal?
jikalau setiap berpapasan pun sulit
sulit bagiku berucap
Sulit bagiku tertawa
Karena debu ini
Semakin menggunung jua

Minggu, 07 Agustus 2016

Jarak yang memutih

Suatu waktu tidak abadi
dikala mulai memutih
sehelai demi sehelai helaian rambut
Kesejadian akan tetap menjadikannya lembut
Jarak yang jauh
Jarak yang bukan hanya sejengkal
Penuh lelehan api
Penuh duri setiap peluh

Setiap waktu yang membeku
jarak mulai membosankan
Dikala putihnya alis kumis
mengurangi keserasian sabda
Entah harus memikul lesu
Atau harus kecewa pada sang waktu
tapi aku yakin
Setianya harus seperti lapukan batu
Setia ditetesi air agar tak selamanya keras
Karna sebenarnya
Api itu tidak bisa di sebut cahaya

Senin, 01 Agustus 2016

Terimakasih

Mataku terbuka
di suatu suasana
Aku menari dari kanan ke kiri
Melenggokkan kepala sampai kaki
Menatah natah waktu
Yang semakin lama semakin rapuh

Aku butuh waktu sekarang
Kau beri esok
namu dicelah ini
RencanaMu lebih baik dariku
Rencanaku sekedar rencana
Tiada tahu pasti bagaimana merasakannya
Terimakasih
RencanaMu luar biasa

Jumat, 23 Januari 2015

Aku

aku merinding
karena angin menerjang rambutku
mengajakku untuk berdiri
mengajakku untuk bersemangat
mengalahkan halilintar
mengalahkan palem yang tumbuh di halaman rumah
dan aku semakin merinding
ketika tatapan waktu mulai sinis
tetapi aku masih memiliki tanganku
untuk saling menghangatkan rumbutku
terbebas

aku berlari saat sepi
berdiri dengan setuju mengawali
dengan peniti ini
aku dihubungkan pada lembaran hidupku
menyemangati aku
meski purnama malu untuk datang

pijakanku awalnya terkekeh
hanya bermodalkan kaki peyeh
meskipun sangkalan waktuku
mulai tidak untuk menarikku
tapi mentari itu memelukku
mengitari luasnya alam
walau di padang sekalipun

yang aku tahu hanya huruf dan angka
akan tetapi
huruf dan angka itu membentuk makna
1 kata luar biasa sebagai energi
meskipun kadar lemaknya tidak ada
yaitu "Aku"
aku mewakili segala simpuhku
dimana singgahku
dan apa asal-usulku
jati diri
telah menunjukkan makna sejuta
karena semangat akan ada kuat
saat kita mengenal rumput Aku

Selasa, 06 Januari 2015

Kuliner boyolali

Nasi Urap Sambal Tumpang di Warung Soto Nggoper

Nasi Urap Sambal Tumpang di Warung Soto Nggoper, nama warung makan ini tergolong unik, bagaimana dengan rasanya? Pasti lezat. Selain menyajikan soto di warung ini menyediakan urap dan sambal tumpang (orang Boyolali menyebutnya sambal lethok) yang popularitasnya bahkan mengalahkan menu sotonya.Urap khas Boyolali (orang Jawa menyebutnya gudhangan) terasa istimewa karena di atasnya ditambahkan taburan bubuk kacang yang memunculkan citarasa khas nan sedap. Warung Nggoper adalah jenis soto ndeso yang menggunakan kuah kaldu tipis dan isian minimalis. Rasanya segar dan ringan di lidah. Soto daging sapi ini cocok disantap dengan lauk mentho, sate telur puyuh, sate hati-ampela, atau aneka gorengan yang tersedia di sepanjang meja. Porsinya terbilang kecil sehingga tak akan terlalu membebani lambung di pagi hari. Jam buka: pagi – sore Lokasi: Jl. Sendang Lawe, Karanggeneng – Boyolali. Sebelah Timur Pasar Sunggingan (yang ada patung sapinya), tidak jauh dari lokasi Soto Seger Mbok Giyem 1

Soto Mbok Giyem
Soto Seger Mbok Giyem Boyolali Soto Seger Mbok Giyem mempunyai kedudukan penting dalam peta kuliner Boyolali. Boleh dibilang ia adalah penanda kebangkitan usaha kuliner di Boyolali. Kemunculannya seolah menggairahkan kembali dan makin menyemarakkan dunia kuliner di kota kecil ini. Soto Seger Mbok Giyem mampu menarik banyak pelanggan baik dari dalam maupun luar kota. Alhasil di dekat warungnya pun mulai banyak bermunculan penjual makanan seperti bubur sambal lethok (sambal tumpang khas Boyolali), bakso, susu segar, bothok, steak, dsb. Warung-warung makan yang sudah lama berdiri pun turut bergairah kembali.Soto disajikan dalam mangkuk kecil dengan isian daging sapi/suwiran ayam, kecambah, ditambah taburan daun seledri dan bawang merah goreng. Untuk soto ayam biasanya ada tambahan keripik kentang di dalamnya.Makan soto di warung ini makin istimewa karena di meja anda akan menemukan deretan panjang makanan kecil / lauk pendamping untuk soto. Ada sate ayam, sate kikil, sate babat, Sate paru, sate udang tepung, sate cingur, sate telur puyuh, sate uritan, sate hati-ampela ayam, dan berbagai macam gorengan seperti tempe goreng, mendoan, tahu bakso, bakwan sayur, sosis Solo, mentho (makanan kecil khas boyolali yang terbuat dari kacang, singkong, dan kelapa), dll. Tempe gorengnya enak, sangat renyah sampai ke dalam. Jam buka: 06.00 – 18.00 (jam buka bervariasi tergantung cabangnya). Kalau yang di Jl. Pandanaran siang hari biasanya sudah habis.Lokasi: Warung Soto Seger Mbok Giyem Boyolali 1: Jalan Garuda, selatan Pasar Sunggingan (yang ada patung sapinya). Warungnya berhadapan dengan SDN 5 Boyolali,

Jenang Pecel
Jenang pecel adalah semacam modifikasi dari pecel sayuran pada umumnya. Pecel tidak lagi disajikan dengan nasi, melainkan dengan jenang. Jenang yang dimaksud disini sebenarnya adalah bubur sumsum (yang terbuat dari tepung beras). Untuk komponen pecelnya sama saja, terdiri dari aneka macam sayuran rebus yang kemudian diguyur dengan sambal kacang. Anda akan menemukan sensasi rasa yang unik ketika pecel yang teksturnya kaya berpadu dengan bubur sumsum yang lembut dan lumer di mulut. Jenang pecel ini adalah makanan tradisional khas dari Boyolali, tapi sayangnya sekarang sudah makin susah ditemukan. Jenang pecel biasanya dijajakan di warung-warung kecil yang ada di perkampungan penduduk, namun ada juga penjual keliling yang pakai gendongan. Terasa makin sedap ketika disajikan di atas pincuk, alas makan dari daun pisang. Makanan yang merakyat, enak dan murah meriah. ( sumber wisata kuliner.com)

Buah khas Boyolali

PEPAYA
Buah pepaya (carica papaya) tumbuh subur hampir di semua wilayah Kabupaten Boyolali.

Buah ini memiliki banyak manfaat.


Selain mengandung banyak air, vitamin a dan vitamin c, daunnya dapat dimakan mentah (lalapan) dan khasiatnya nafsu makan akan meningkat.

Produksi buah paling banyak di Kecamatan Mojosongo dan Kecamatan Teras, dan selain itu di Kecamatan Banyudono anda dapat menemukan lahan pertanian buah melon (cucumis melo L)



JERUK
adalah desa di kecamatan SeloBoyolaliJawa TengahIndonesia. Asal mula desa jeruk berawal dari banyaknya penduduk yang menanam buah jeruk. Dulu hampir semua warga menanam pohon jeruk. menurut sejarah pohon jeruk yang di tanam berasal dari masa penjajahan belanda yang menanam pohon jeruk di area perkebunan teh (dulu desa jeruk adalah perkebunan teh yang luas) kemudian pohon jeruk menyebar ke seluruh desa, Akan tetapi sekarang sudah tidak ada lagi penduduk yang menanam pohon jeruk, dikarenakan semua mati karena obat dari pemerintah yang dahulu menggalakkan tanaman bebas penyakit (cerita yang beredar di masyarakat obat yang disuntikan ke pohon jeruk, sengaja untuk mematikan pohon-pohon jeruk karena menyaingi perkebunan jeruk milik penguasa pemerintahan pada massa itu) desa jeruk sebenarnya mempunyai kantor kelurahan di desa krajan, mungkin dulunya dinamakan KERAJAAN JERUK oleh masyarakat karena benar-benar melimpah buah jeruknya. selain penghasil daun tembakau berkualitas, desa ini juga menghasilkan sayur-sayuran seperti kubis, wortel dll.
TIMUN SURI
Buahnya yang berwarna kuning dan memilki daging yang tebal ini memilki serat yang tinggi serta kandungan air yang cukup banyak. Tentu buah ini baik di konsumsi ketika berbuka puasa. Ya setelah menahan haus dan lapar seharian tentu buah ini baik sebagai pengganti cairan tubuh yang hilang. Yap buah ini juga merupakan khas dari Boyolali, dihasilkan di daerah Mojosongo.
DURIAN SUNAN
Durian ini berasal dari daerah Gendol, Boyolali, Jawa Tengah. Karenanya, sering disebut sunan gendol. Bentuk buahnya bulat telur terbalik. Kulit buah berwarna hijau kecokelatan. Durinya berbentuk kerucut, kecil, dan susunannya jarang. Kulit buahnya kurang dari 5 mm dan mudah dibelah-belah. Daging buah berwarna krem, sangat tebal, kering berlemak, dan berserat halus. Aromanya harum tajam dan rasanya manis. Jumlah pongge per buah ntara 20-35 buah. Jumlah biji sempurnanya hanya 1-2. Biji berbentuk lonjong dan berukuran kecil. Berat rata-rata buah antara 1,5-2,5 kg. Produktivitas mencapai 200-800 buah/pohon/ tahun. Durian ini mempunyai daya tahan yang baik terhadap penyakit busuk akar dan hama penggerek buah.

Tembakau Boyolali

TEMBAKAU- Tembakau adalah bahan dasar pembuatan rokok. Tanaman ini dapat dijumpai di Boyolali saat musim kemarau.Komoditas tembakau asepan jenis grompol dari kota susu ini, mampu menembus pasar Eropa. Tembakau asepan asal Boyolali diproduksi untuk melayani permintaan di Itali dan Belanda. Tembakau Asepan Boyolali yang memiliki kualitas ekspor tersebut,dikembangkan oleh petani setempat bekerja sama dengan PT Indonesia Dwi Sembilan (IDS). IDS mendampingi petani setempat dari pembibitan hingga pemasaran ke luar negeri. Tanaman tembakau asepan di Boyolali banyak ditanam di Kecamatan Banyudono, Sawit, Teras, dan Mojosongo dengan total lahan seluas sekitar 300 hektare. "Tembakau asepan di Boyolali mampu berproduksi sebanyak 1,8 ton per hektare, sehingga jumlah ekspor ke Eropa rata-rata sekitar 450 ton per tahuntembakau jenis tersebut dibutuhkan konsumen di Eropa sebagai bahan pengisi cerutu. Sementara tembakau lainnya asal Boyolali yakni jenis rajangan grompol dipasarkan di pasaran lokal dan tembakau rajangan untuk memenuhi kebutuhan perusahan rokok lokal.lahan tanaman tembakau jenis rajangan di Boyolali hingga saat ini seluas 1.800 hektare dan banyak ditanam di daerah Kecamatan Selo, Musuk, Ampel, Cepogo, dan Juwangi."Tembakau rajangan ini mampu berproduksi antara enam hingga delapan kuintal per hektar,Meskipun tembakau rajangan miliki produksi lebih sedikit dibanding jenis asepan, tetapi harganya di pasar lebih bagus yakni Rp30 ribu per kilogram hingga Rp40 ribu per kilogram.ebih rendahnya produksi tembakau jenis rajangan karena lahannya bukan irigasi, sehingga daunnya lebih kecil dibanding jenis asepan.

Wortel boyolali

SAYUR WORTEL KHAS BOYOLALI

WORTEL





Wortel adalah tumbuhan biennial (siklus hidup 12 - 24 bulan) yang menyimpan karbohidrat dalam jumlah besar untuk tumbuhan tersebut berbunga pada tahun kedua. Batang bunga tumbuh setinggi sekitar 1 m, dengan bunga berwarna putih, dan rasa yang manis langu. Bagian yang dapat dimakan dari wortel adalah bagian umbi atau akarnya.
Manfaat wortel bagi kesehaan :


  1. Penglihatan Yang Lebih Baik. Sumber betakaroten dalam wortel akan di ubah oleh organ hati menjadi sumber vitamin A. Maka tak mengherankan, jika seseorang rutin mengkonsumsi wortel dalam menu hariannya, maka organ matapun akan terjaga kesehatannya sepanjang waktu.
  2. Sayuran Anti Kanker. Wortel menjadi salah satu sayuran yang sangat efektif untuk menangkal berbagai jenis kanker yang sangat mematikan seperti kanker payudara, paru-paru serta usus besar. Ini dikarenakan adanya kandungan falcarinol serta falcarindiol yang mana bersifat antikanker dalam sebuah wortel.
  3. Jantung Yang Lebih Sehat. Kandungan betakaroten, alfa karoten serta lutein menjadikan wortel sangat di butuhkan oleh organ jantung. Ini dikarenakan. berbagai kandungan zat tersebut akan membuat anda terhindari dari berbagai gangguan atau serangan jantung.
  4. Gigi yang Lebih Sehat Dan Kuat. Wortel berperan penting dalam membantu menghilangkan plak dan sisa makanan yang dapat merusak gigi dan gusi anda. Ini dikarenakan, wortel memiliki kandungan mineral tertentu yang dapat mencegah kerusakan gigi dari waktu ke waktu.
  5. Pencegah Stroke Yang Ampuh. Rutin mengkonsumsi sayuran orange atau wortel dapat mengurangi dan mencegah penyakit stroke yang bisa mengancam keselamatan nyawa dalam waktu sekejap. 
  6. Tampil Lebih Awet Muda. Kandungan betakaroten yang sangat tinggi dalam sebuah wortel dapat memperlambat penuaan sel. Sehingga membuat seseorang terlihat lebih awet muda meskipun usia terus bertambah.
  7. Pembersih Racun Pada Tubuh. Kandungan Vitamin A dalam wortel dapat membersihkan organ usus besar serta empedu dan lemak dalam organ hati anda secara alami serta efektif.
Tanaman ini bisa di jumpai di kecamatan selo,tanaman  wortel sangat cocok tubuh di daerah dataran tinggi.,wortel juga sangat mudah di jumpai di pasar- pasar tradisional seperti di pasar cepogo, pasar boyolali maupun pasar lainnya. Dikarenakan banyaknya manfaat, wortel sangat digemari oleh masyarakat di boyolali.

Kubis Boyolali

SAYUR KUBIS  

 

Kubiskolkobis, atau kobis bulat adalah nama yang diberikan untuk tumbuhan sayuran daun yang populer. Tumbuhan dengan nama ilmiah Brassica oleracea L. Kelompok Capitata ini dimanfaatkan daunnya untuk dimakan. Daun ini tersusun sangat rapat membentuk bulatan atau bulatan pipih, yang disebut kropkop atau kepala (capitata berarti "berkepala"). Kubis berasal dari Eropa Selatan dan Eropa Barat dan, walaupun tidak ada bukti tertulis atau peninggalan arkeologi yang kuat, dianggap sebagai hasil pemuliaan terhadap kubis liar B. oleracea var. sylvestris.
Nama "kubis" diambil dari bahasa Perancis, chou cabus (harafiah berarti "kubis kepala"), yang diperkenalkan oleh sebagian orang Eropa yang tinggal di Hindia-Belanda. Nama "kol" diambil dari bahasa Belanda kool.









MANFAAT

  1. Memperkuat Sistem Imun Tubuh. Faktanya, kubis merupakan sumber vitamin C yang dibutuhkan oleh tubuh anda. Kandungan vitamin C dari kubis lebih besar dari buah jeruk. Jadi, mengkonsumsi kubis dapat menjaga dan meningkatkan sistem kekebalan tubuh yang anda miliki.
  2. Menyehatkan Organ Pencernaan. Faktanya, kubis merupakan jenis sayuran yang merupakan sumber serat yang tinggi. Oleh karena itulah, kubis dapat membantu menjaga kesehatan organ pencernaan serta menghindarkan dari gejala susah buang air besar atau sembelit.
  3. Penangkal Kanker Yang Efektif. Faktanya, kubis mengadung sumber antioksidan yang cukup tinggi. Antioksidan dalam kubis inilah yang mampu menjaga tubuh dari berbagai radikal bebas yang dapat mengakibatkan penyakit kanker. Fakta lainnya, wanita dianjurkan untuk mengkonsumsi kubis untuk meminimalisir kanker payudara yang bisa membahayakan para wanita tersebut.
  4. Nutrisi Untuk Mata Anda. Faktanya, kubis mengandung sumber nutrisi yang bernama beta karoten. Beta karoten ini dapat membantu mempertajam daya lihat mata sekaligus menangkal katarak dan mencegah penurunan daya lihat orang yang sudah tua.
  5. Penurun Berat Badan Yang Alami. Faktanya, kubis mengandung berbagai vitamin, mineral dan berbagai nutrisi yang dibutuhkan oleh tubuh serta rendah kalori. Jadi, Sayuran kubis akan lebih efektif bagi seseorang yang ingin menurunkan berat badannya secara alami.
  6. Salah Satu Makanan Bagi Otak. Faktanya, kubis khususnya kubis merah mengandung vitamin K serta antosianin yang akan menutrisi organ otak. Kedua zat tersebut dapat membantu meningkatkan konsentrasi di otak lebih baik. Selain itu, vitamin K dapat menghindarkan seseorang dari penyakit Alzheimer dan demensia.
  7. Sayuran Terbaik Untuk Tulang Anda. Faktanya, kubis mengandung sumber mineral antara lain kalsium, magnesium serta potasium. Aneka mineral dalam kubis inilah yang membuatnya sangat baik untuk mencukupi kebutuhan nutrisi tulang serta mencegah terjadinya osteoporosis atau pengeroposan tulang.

Daun Adas Boyolali



Selo adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Boyolali, Jawa Tengah, Indonesia. Selo terletak di kaki Gunung Merapi sebelah timur. Para pendaki gunung memulai pendakian dari kecamatan ini. Kecamatan ini rentan terhadap bahaya letusan gunung.
Di Selo terdapat banyak jenis sayuran, terutama kobis atau kol. Ada sayuran khas, yaitu adas. Adas adalah jenis tanaman musiman yang lezat untuk dibuat pecel. Daun adas mirip daun cemara. Di Selo juga banyak tanaman tembakau. Ternak sapi perah juga banyak di Kecamatan Selo.

Jumat, 02 Januari 2015

3 metamorfosis



3 metamorfosis

Saat aku menyadari semuanya, aku dapat menarik suatu kesimpulan minimalis, yaitu “sabar”, karena ketika kau sabar, kita tidak akan terjatuh saat salah satu penyangga retak, karena ketika kau sabar, kita tidak akan meruntuhkan tanah pada tebing diagonal posisi vertikal yang dikala sabar itu kita menyadari bahwa diatas tebing yang curam itu, ada pemandangan indah dibawahnya yang dapat kita lihat dari sana, baik dari ufuk timur, maupun ufuk barat. Saat sabar mulai berjalan, aku hanya dapat menerka apakah sabarku akan makan bambu di antartika sana? Atau sabarku akan menamcapkan kembali bunga sakura yang terjatuh di wilayah Jepang. Mungkin justru tidak keduanya, mungkin malah sabarku akan seperti batang-batang yang terlipat kedalam, karena berkhasiat bagi semut untuk menaikinya ke atas sana. Tapi yang digarisbawahi pada judul kesabaran kita adalah, apakah orang lain akan meremehkan kesabaran kita? Dalam artian akan terus menginjak-injak kita dikala kita sabar atas perlakuannya?
Malamku telah menjadi sampul belakang di kisah hari-hariku, siangku telah menjadi sampul depan di kisah hari-hariku dan itu akan tergelincir terus menerus dan tidak mengulur semua waktu yang perlu untuk diulur, tidak mencampakkan waktu yang perlu dicampakkan. Saat semua harapanku mengedepankanku seperti dadu, maka semua harapanku akan terfokus pada angka dadu yang diinginkannya, sehingga mereka akan mencampakkan yang lainnya. Semua datang tiba-tiba, ketika usiaku beranjak dewasa, ketika alisku mulai dapat kutata dan ketika bulu badanku mulai kucukur rata. Semua itu adalah dewasaku yang terlalu muluk karena sesungguhnya dewasaku hanya akan membutuhkan daun disetiap tangkainya agar dapat melindungiku tetapi dia tetap memperlihatkanku pada bentuk keaslianku, bentuk keaslianku yang apa adanya. Rumputku mulai hijau karena mereka sebelumnya belum kupertemukan dengan air, tapi sekarang sudah. Sekian lama waktuku kutunggu untuk menungguk tumbuhanku tiba di peraduanku. Dengan menyimak segala bentuk pembobotan, pembibitan, Pembebetannya. Sehingga tidak kecewa seperti dulu.
            Saat aku hanya dan masih bisa bermain handphone sony ericson tipe biru biru lama yang hanya memiliki suara orchestra. Aku bertemu dengan satu pria jantan di wetan pasar dekat rumah, yang dulu dekat kecamatan tepatnya sebelum kecamatan pindah di samping KUD, aku yakin dia jodohku, setiap aku ada diapun ada. Setiap dia membeli permen akupun dibelikannya, laksana romeo juliet junior. Sampai pada pertengahan perkenalan dia membawakanku ketika hujan deras. Dan dia membawakanku cincin 500-an yang dibelinya di warung timur rumahku. Dia mengucapkan kata unik
“maukah kamu menikah denganku? Will you meres mi? (wajar masih SD  jadi bahasa inggrisnya belum lancar)”
Aku melongo nganga, aku sempat berfikir bahwa aku yang sekolah SD kelas 6 itu sudah dewasa, sudah bisa menikah, sudah bisa bekerja meskipun hanya jadi dokter. Bagiku dulu, jadi dokter itu mudah, hanya tinggal memakai stetoskop diletakkan di dada pasien sudah bisa jadi dokter tanpa harus repot-repot. Beda jika menjadi pedangang nasi pecel, setiap pagi harus mengulek sambalnya di batu besar yang super berat, bangun subuh untuk ngedang nasinya, terus dilanjutkan untuk dijajakan ke pasar. Jadi bagiku dulu, cita-cita yang tertinggi yang paling sulit diraih itu adalah “Penjual pecel”. Aku pulang dan mengatakannya pada bapak dan emakku
            “mak, aku mau menikah!”
            “karo siapa? Anakmu mangan opo?
            “sama Joko! Aku dilamar”
Emakku malah tertawa, karena aku benci hanya ditertawakan, maka aku bilang
            “yaudahlah kalau tidak percaya. Aku pergi ke masjid untuk menikah!”
Esoknya aku tiba-tiba melihat Joko di kios pasar. Ternyata Joko selingkuh dengan adik kelasku anak kelas 2 SD. Aku berbicara tak karuan karena aku emosi tingkat tinggi
            “he ! kamu selingkuh dasar suami tidak setia sama istri dasar kamu itu nakal anak kecil yang nakal berani menjahati istrinya yang cantik ini, aku yang cantik di bandingka sama tikus kecepit kecemplung got kayak dia? oh mai gat! Suuamiku jangan berani membedakan wanita tercantik diseluruh dunia ini dengan wanita tercanti di rumah trenggiling itu ! aku gak mau pokoknya aku ngambek sama kamu!”
Sakit hatinya lagi, dia hanya menjawab
            “Oke”
Sehingga sebelum aku berpaling jauh aku berkata
            “yaudah aku pergi”
            “oke hati-hati yaudah”
            “iya yaudah aku pergi”
            “sana pergi tapi aku pinjem duit dulu yaudah”
            “yaudah berapa”
            “yaudah seribu”
            “yaudah punyanya seribu limaratus”  
            “yaudah mana”
            “yaudah ini”
            “yaudah makasih”
            “yaudah sama-sama”
            “yaudah sana”
            “yaudah iya”
Yaudah iya gitu deh akhirnya aku menjanda mulai dari aku waktu SD.
            Pada waktu aku SMP aku mulai menemukan lelaki yang patut untuk menemaniku ketika aku menjanda. Dia tampan, berkulit kuning langsat. Akan tetapi dia tidak pintar sama sekali, entah mengapa hatiku malah memanah paa wilayahnya, ini memang cinta, tidak memandang dan masa bodoh terhadap kekurangannya. Ketika suatu pembelajaran berlangsung kita mendapat ulangan mendadak, waw dan super waw aku mendapat nilai sempurna. Akan tetapi dia hanya mendapat nilai 2 dari nilai awal yang sempurna yaitu 10. Aku berfikir “aduh jika kayak gini terus aku pasti akan kesulitan mencari nafkah, bagaimana ini? Apa aku menyukai pak guru saja ya? Dia kan pinter.” Tiba-tiba dia mendatangiku dan menanyakan
            “hei selamat siang”
            “apaan sih, siang”
            “bisa bicara dengan wulan?”
            “iya saya sendiri, udah ah mau apa? Pakek basa-basi segala”
            “kamu ternyata kalok marah cantik juga ya? Kayak tiang bendera wajahmu mulus”
            “ih sialan lo”
“enggak kok enggak maaf deh, aku pingin belajar sama kamu nih boleh enggak? Pliss? Boleh ya? Kamu kan baik”
“heh? Apa kamu bilang ? belajar, gag salah orang yang otaknya kayak otak cacing yang geliet itu belajar?
            “seharusnya kamu ndukung aku dong!”
            “iya-iya boleh”
Setelah itu aku sering menghabiskan waktu-waktuku dengan dia. dia mulai menyukaiku dengan apaadanya aku. Akupun menjadikan semua ini sebagai hal yang sama sekali tidak dilewati halilintar sedikitpun, sehingga akuyakin dengannya. Hingga pada saat aku dan dia belajar bersama di tempat ramai yang ditemani oleh nyanyian knalpot yang bising. Kami berdua hanya berdua, tanpa siapa-siapa. Dia menyatakan cintanya denganku aku langsung menjawab “Iya aku mau”. Setelah 5 hari hubunganku dengannya, dia menampakkan kepribadian nyata yang dimilikinya tanpa pernah aku duga. Sejujurnya memang aku suka apa adanya akan tetapi jika seperti ini, semua ini akan menjadikan perasaan gegana di jiwa. Kepribadian nyata yang dimilikinya adalah :
1.      Ngupil saat pacaran
2.      Kentut sembarangan
3.      Kentut gak bau sih nggak papa, eh ini kentut kok baunya kayak nasi basi 9 tahun
4.      Rambut di klimis pas lagu pacaran
5.      Suka korek-korek kuping nggak jelas (terus nggak cuci tangan lagi)
Gimana jika posisi kalian berada pada saat yang seperti itu? Tahan enggak sama pacar? Gila aja kalok tahan beneran. Itu berarti ceweknya juga sama-sama jorok. Akhirnya aku sudahi semua hubungan ini.
            Detik berganti detik, menit berganti menit dan kemudian menitpun mengajak bertikar dengan jam maupun hari. Sebanyak dan selama itulah aku melalui, melalui kepastian dan berjalan pada kegersangan. Tanganku mengutit satu buah lembaran yang berisi tentang kalimat Kahlil Gibran yang tertulis
Dalam urusan cinta, kita SANGAT JARANG menang
Tapi ketika CINTA itu TULUS,
meskipun kalah, kamu TETAP MENANG
hanya karena kamu berbahagia dapat mencintai seseorang
LEBIH dari kamu mencintai dirimu sendiri
Akan tiba saatnya dimana kamu harus berhenti mencintai seseorang
BUKAN karena orang itu berhenti mencintai kita,
MELAINKAN karena kita menyadari bahwa dia akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya”
Itu membuatku berfikir sejenak terhadap kata dia akan lebih berbahagia
apabila kita melepaskannya
. itu benar dan selamanya akan benar. Tapi bagaimana jika? Semua orang yang pernah dekat dengan kita, semua orang yang pernah mencintai dan menyayangi kita, lama-lama akan lebih bahagia jika kita melepaskannya. Apa yang dapat diperbuat oleh tulang rusuk yang bosan? Apakah menurut untuk melepaskannya? Atau bersikeras tetap akan menempel pada tulang kuat kita. Entahlah, gagal cinta tidak akan membuatku putus asa dan kecewa. Tapi aku akan tetap menjadi Wulan, Wulan yang kuat dan tetap yakin bahwa bagaimanapun dan apapun posisi kita, kita masih tetap punya Tuhan. Setelah aku membaca sekelumit kisah dan makna cinta yang di instrinsikkan dan berjuta makna cerita. Aku melihat kedepan dan berjalan, berjalan dengan sedikit melirik ke belakang agar aku bisa mengoreksi apakah benar jika aku tetap melangkah kedepan.
            Pagi hari dengan ditemani awan putih, aku menatapnya dengan hati, mendengarkannya dengan jiwa dan menyentuhkan dengan bayangan. Saat aku merasa gemetar, aku melihat kapas kosong yang digunakan untuk membasuh warna-warni hidupku. Pada hal kelabu dan pada tingkap hitam yang kutemukan pada rinai getir. Aku tau bahwa ketika kumelihat garit takdir pada tanganku ini, aku pasti akan mendapat kan seseorang yang hampir sama persis dengan garis tak sempurnaku ini. Dengan membayangkan sebuah harapan aku dicambuk oleh rekaan adegan sandiwaraku, yaitu dikala matahari enggan mencerahkanku. Oleh karena itu aku dituntut agar tidak menyianyiakan apa yang ada dan apa yang aku miliki. Dan aku sadar itu sehingga akan selalu kupegang teguh dengan janji jari jemariku. Aku mengalami metamorfosis ketiga yaitu di kelas 8 smp dengan bermodalkan pengalaman dari metamorfosis kedua untuk menjadi yang lebih baik, dimana aku berusaha mengalami 4 bulan masa penjajakan. Dan dia adalah orang yang cukup baik untuk kumiliki. Aku berfikir apakah ini akan menjadi lebih baik dari lalu atau justru nihil hasilnya. Tapi, aku berusaha untuk berfikir jernih, hidup itu keras, hidup itu tidak mengenal hujan akan tetapi jika memang kita berusaha dalam menangani hidup dan berani bertarung dengan hidup, ini semua akan menjadikan kita untuk berusaha pergi ke dataran tinggi agar hidup kita mulai lapuk. Berawal dari hal biasa yaitu susu nyot-nyot yang ketika itu aku sangan ngidam luar biasa, kuteguk susu nyot-nyot dan dia tertawa “haha nenek-nenek penyot-nyot” kalimat itu masih menari-nari di tengkorakku. Semasa kemarin aku selalu bisa mendapatkan apa yang aku mau seperti cinta dari seorang lelaki. Namun, aku takut apabila sekarang cinta itu sangat sulit untuk kudapatkan, aku hanya tak ingin mengiba saja, karena aku malah untuk menjadi wanita yang lupa akan gendernya sendiri. Ketika aku mengacungkan tangan, berlari kencang aku selalu memerhatikan dia, akan tetapi sedikitpun dia tidak pernah memperhatikanku. Aku taku jika luput menerjangku, setelah sekian lama aku mencoba untuk berlari tetapi gagal, aku harap kaki ketigaku ini tidak akan pernah gagal sama sekali. Langkahku gontai diterjang rinai dengan aliran sungai yang mulai menepi santai menuju daerah pantai yang landai. Takut salah, gelisah, sulit dan melilit. Dia membutuhkanku hanya disaat dia mulai mengetahui sidik jariku, apa hebatku.
            Saat badai berlalu aku berharap badai itu lelah untuk mengusikku, tapi ternyata badai baru datang untuk memeluk kesusahan untukku. Tapi ternyata badaai kejam itu membisikkan perhatiannya padaku “kejar dia” ternyata dibalik goresannya yang kejam tersirat hati yang tidak terajam.
            Aku mulai memberikan perhatianku pada dia, entah bertanya apa aku akan tetap menanyakannya. Tanpa letih.
            “aku boleh minta tolong enggak bin?”
            “apa? Biasanye gue kan yang minta tolong ama elo”
            “gantian dong”
            “okedeh apaan ?”
            “sebutin satu kata apa aja yang ada di dunia ini”
            “maksutnya?”
            “sebutin kata terserah kamu mau kata apa”
            “pasir”
“pasir kecil yang kasar, selalu mendampingi kita dimanapun kita berpijak akan tetapi dia hanyalah saksi bisu semata dalam setiap langkah pijakan kita”
            “waw, kamu suka puisi? Kalok roda?”
“suka banget, emmm roda ya? Roda itu punya ruji, kitapun punya cara-cara sendiri dalam mempersatukan ruji dengan roda, yaitu dipusatnya. Atau tujuannya jika tujuan kita salah, ruji itu tidak akan sempurna sebaliknya jika ruji kita benar-benar baik maka ruji itu akan benar selama kita mempergunakan roda dengan hati-hati”
Dari situ aku mulai bisa dekat bahkan sangat dekat dengannya, aku berusaha untuk tidak menghilangkan rasa cintaku ini, tapi aku takut jika dia bukan orang yang tepat.
            Akhirnya pertemuan singkat ada disaat kita sama-sama ingin tahu apa dan bagaimana rasanya kita, seperti korden yang bisa buka tutup atau seperti langit yang luas dan tidak tau mana ujung-ujungnya. Tapi ternyata dia, dia jujur padaku bahwa ternyata dia adalah anak pendeta dalam kata lain dia beragama nasrani yang tentu berbeda denganku**

Selasa, 23 Desember 2014

lalu tuai terjal cinta

aku menatap kelabu di langit itu
melihat betapa putihnya abu di ambang rindu
penat telah terlatih
menunggui dimanakah mata dapat bicara
dengan hati yang tak kunjung tiba
mengerti mengenai apa itu nestapa
pada obralan bola disana
hidupku semakin mendung tertutup warna hitam pekat
aku tak dapat bergeming lagi
seusai pikiran iki bergerigi
menyapa gulitanya pudaran bakti ini
membelah dua dunia seguling
bersikeras memangpang wajah jemu di dinding
dinding separuh baya setengah usang
menjadi saksi bisu adanya maha raja cinta

seperti
seperti berada di tengah pulau yang tandus
tak ada perahu beserta sampannya
tak akan ada wajah merah merona lagi di pipi
karena bingung telah ditapaki
meskipun ditemani gronjalan benjolan jalanan

yang kutatap itu bau
yang kudengar itu barang
yang kurasa itu deraian
semua mustahil untuk bergantian

aku ternyata digantikan oleh pucuk ombak
karena aku hanya lambaian pendorongnya dibawah

mati rasa aku mendengar
bahwa kebingunganku ini seperti rumah honai
bulat dan tak berujung
seperti puncak sinabung
menuai gemetiran keributan pada manusia
dan telah menjadi cambukan beku dingin
untuk manusia laknat
aku tak mengerti ketika ku berbicara
cinta ini menjadi sungguh menebar keprihatinan
keluputan mencoba memelukku
dengan keserakahan manusia
termasuk aku
aku ingin menjadi buritan tak jenuh
menjadi suatu tambang yang berharga
semacam intan yang di tuai binarnya
dengan lahan yang terlentang
tapi entah pada tambang atau jenuh aku pilih
yang pasti aku manusia tak berujung
karena aku yang kurang mendengar cerita
tentang
lalu tuai terjal masa cinta

Jangan merapuh

semudah membalikkan telapak tangan
semudah menghirup udara
semudah menempelkan kertas
semudah mengambil roti dari bayi
hanya saja kita menganggap itu sulit
kita hanya butuh latihan
seperti melihat embut dipagi
melatih optik
melihat dimensi yang rumit
melatih otak
kita yang sulit memahami
arti batu yang terletak di gandulan
merapuh
karena berdiam diri saja
tidak berbuat apa apa
air mata di tissue basah
dikalahkan basahnya udara embun
dikalahkan oleh tetesan cahaya
kita hanya perlu berlatih
bukan hanya risih
membayangkan banyaknya gurauan
tinggal saja
kita tidak dikertasi mereka
merekapun hanya sebatas sok kenal dengan kita
tutup telinga
dan
buka hati kita pada yang Maha Kuasa

Diperujung malam

Aku melewati jalan yang sulit
jalan yang menantiku
diperujung malam
beserta mulut iniyang mulai menggerutu
akan sukap yang sangat menjemukan
oleh seorang yang menunggu
menungguku di perujung malam
matahari itu memelukku
hingga hati ini terbakar secara cepat
mengenai denyut nadiku seakan mati rasa
sehingga rasa cinta tidak akan memuakkanku lagi
karna rasa itu telah terbakar matahari

Aku menunggu tiupan angin malam
yang akan meredakan perasaan
dan mulai membual seribu bahasa
apakah kamu mengerti wahai purnama?
aku sungguh memuja membuai lentera
hanya untuk dan olehmu semata
apa engkau mengerti wahai bulan sabit?
ketajamanmu telah menusuk hatiku
sehingga lukaku kini
semakin dalam menuju rusukku

Tapi
kesadaran itu sudah musnah
kesadaran itu sudah hilang
hilang dalam ambang-ambang
hilang dalam desah

Bertahan dan peka pada suatu lorong semu
menguntai waktu
dengan setumpuk jerami yang dikibaskan pada besi
itulah rasaku
seperti kaca retak hingga pecar
seperti pasir yang hilang hanyut ditelan air
tetapi
rasa ini akan aku sabari
hingga kelak aku nanti sirna
diperujung malam

Apa adanya aku

Hempaskan belahan jiwa
belahan jiwa yang menggumam
di sebuah ruangan sunyi
di ruangan itu hanya ada aku dan kau
kau yang selalu merajalela
dan aku yang selalu meminta
aku berharap seperti bungkusan makanan
yang dibungkus dengan seluruh bungkusan
setelah itu dikeringkan dengan air mata
dan diberi rasa seperti rasa garam

setelah kini aku jauh melangkah
dengan nada sebentar tapi pasti
dengan nada yang tersendat-sendat
dengan berusaha melupakan hal yang sesat
menantikan kabar berita agar kelak aku bisa
tapi aku serakah dalam meminta
aku serakah dalam memilih
tapi ini memang adanya

memang manusia dituntut untuk apa adanya
inilah apa adanya aku
mencintai yang sudah memiliki
karena ini memang apa adanya aku
disini

Kamis, 27 November 2014

Waktu cinta tidak benar

aku jatuh cinta pada waktu yang salah
pada waktu yang membuat semua ini menjadi terbesit aneh
dan terkesan gila
tapi ini nyata
bukan fatamorgana
cinta tidak bisa ditendang dari sini
cinta juga tidak bisa dibuang dari wadahnya
karena cinta itu tidak bisa dipaksa
dan anehnya lagi
hanya satu hari dia berpisah
sudah denganku
hanya satu hari dia mendekat
sudah denganku
aku bodoh ? atau waktu yang bodoh
aku tergelitik dengan semua ini
hanya membuat perasaan tidak bisa
tidak bisa untuk menyerah
karena ini cinta
iya, memang sudah sepantasnya cinta
tidak bisa digenggam terus
mungkin hanya suatu nanti
cinta datang membludak
atau justru
mengalir hilang, deras
membawa serpihan kesakitan kecil
pada lentera merah jambu
tapi biar saja cinta datang
karena memang cinta adalah hiasan
yang tidak bisa kita duga kapan datangnya

Karma Tuhan yang indah

memang benar
kenyataan karma Tuhan itu pasti ada
pasti akan tiba justru lebih sakit lagi
karma Tuhan pasti aku datang secara beruntun
seperti jatuh yang tertimpa tangga
karma hari ini bagiku adalah karma yang indah
Tuhan memberikan karma cinta,
tapi karma cinta itu tidak terlalu menyakitkan
tapi karma itu sakitnya hanya sementara
biarlah lentikan hati ini merasakan sakit
selama aku masih hidup,
dan selama aku masih bisa
seandainya semua ini akan diulangi kembali
aku ingin menampung air dalam ember kecil
ember cinta yang begitu mengail kesakitan
aku tetap bisa
karena dulu, aku sudah dan telah melakukannya
kesakitan karmaku sekarang

Jumat, 21 November 2014

Kemegahan Cinta

Kemegahan Cinta

            Cinta itu seperti penjelajah samudera seperti marcopolo dan magelhaens, mereka rela menjelajah samudra melawan badai demi mendapatkan benua impiannya. Cinta juga seperti sapu, yang mengantarkan sampah-sampah ditempat tujuannya, dan cinta seperti penyakit, jika tempat obat penyakit itu dia akan sembuh, namun jika penyakit itu diberi obat yang salah dia akan semakin merajalela. Aku intan anak SMA yang menjalani hari dengan cara membaca menulis pelajaran yang membuatku jenuh. Aku ditakdirkan menjadi seseorang yang ceria meskipun aku berada dalam saat-saat yang susah. aku dikenal menjadi seseorang yang tidak tegaan, aku memprioritaskan sahabatku sendiri daripada aku. Dari aku dihargai hingga aku tidak dihargai, itu sudah biasa bagiku. Di hari senin aku mendapati sahabatku rere mendatangiku dan membicarakan semua masalahnya
“intan, aku ingin cerita”
“Iya apa? Kenapa nangis?”
“bagaimana jika aku mengatakan bahwa apakah aku bisa murka terhadap takdirku?”
“hei? Rere yang dulu kemana? Ini bukan rere deh, tapi rure nih asti. Rure ora jamuuuu jamu godong teloooooo rure ora ketemu ketemu isan gawe gelo”
“Intan, kamu pasti gitu deh, aku serius nih (tersenyum)”
“iya deh iya, takdir itu adalah kepastian kita yang tidak boleh kita salahkan apalagi kita murkai, kamu tau jenderal sudirman? Dia tidak pernah memurkai takdirnya disaat dia sedang sakit yang padahal saat dia sakit Indonesia telah kejatuhan bom dari bahsa belanda”
“iya tapi ini hal lain, aku selalu berdo’a agar aku dijadikan jodohnya armi, tapi sampai hubunganku berlanjut selama 2 bulan dia memutuskan hubungan kami, apa aku kurang cantik? Kurang sexy? Kurang pinter?”
“enggak, kamu pervect kok, apalagi kalo kamu lagi senyum, so pervect lagi. Gini loh sayang, jadi gini. Kamu tau kisahnya romeo juliet? Jodoh tidak berpihak kepada mereka, emang romeo juliet pernah menikah? Enggak kan? Eeeh ujung-ujungnya mereka malah mati, loe mau mati sia-sia kayak mereka? Mereka overdosis cinta itu namanya. Rela banget mengakhiri hidup Cuma gara-gara mereka tidak ditakdirkan jodoh”
Tiba-tiba datang temen cowok rere yang bernama nino.
            “hei para gadis ngomongin apaan nih? Serius amat”
            “astagfirullah, ngajetin aja sih, eh tau nggak itu si rere lagi galau”
            “galau kenapa?”
            “galau karna mentari tak muncul pagi ini (aku tertawa)”
Nino menatapku dengan tatapan tidak biasa, aku memalingkan mukaku karena aku takut hal itu akan menjadi maksiat. Nino bertanya kepadaku
            “woy, elo kenape loe tan, sok banget gua liatin malah nunduk”
            “aku permisi ya, aku mau pergi dulu”
            “yaahh intan jadi pergikan nin, gara-gara kamu sih”
Di kelas aku memikirkan Nino,tatapan nino mengigatkanku seperti tatapan ayahku dulu, ayahku yang selalu melihatku dengan penuh kedamaian. Aku berfikir, apakah nino memang sosok figur seorang ayah yang baik? Ataukah ini hanya perasaanku saja. Ah apa sih, aku tidak perlu memikirkan hal bodoh seperti itu. Ketika aku berjalan pada bel pulang sekolah rere mendatangiku
            “intan, kenapa kamu tadi pergi? Aku kan belum selesai cerita?”
“maaf ya? Aku tadi keburu ngerjai pr biologiku tentang sistem gerak eh tau enggak ternyata cinta itu seperti sendi peluru loh, ke arah kemana-mana (tertawa)”
            “iihhh intan apaan sih, kirain apa eh ternyata nyindir aku, sialan nih bocah”
“makanya jangan galau muluk, sekali-kali kita itu harus fokus sama bangsa negara kita, nggak usah mikirin cinta. Jodoh ditangan tuhan keles. Ngapain pusing-pusing mikir. Udah ah ayok ceetan pulang”
Aku dan rere memang sahabat sejati yang sulit untuk terpisah, kemanapun dimanapun kami akan tetap bersama dan kami akan selalu menjadi motivator satu sama lain. Tidak hirau dengan cinta yang buat kami pusing. Jalan berdua, makan berdua kemanapun berdua. Sampai suatu ketika saat hari malam seusai aku pulang bermain dengan rere. Aku meletakkan tas di kursi sudut rumah, melemar kaos kakiku di bawah kolong tempat tidurku. Aku berfikir apakah aku pantas untuk bersama nino? Bersama dalam arti sahabat sejati. Ahh apaan aku ini memikirkan lelaki yang bosan untuk kupikirkan. Aku membuka album foto keduua orang tuaku. Mereka bekerja di kuar negeri hingga aku di sini hidup sendiri tanpa teman seorangpun. Hanya rere yang membuat aku tidak merasa kesepian lagi.


            Pagi hari tiba lagi, kini aku berada disekolah. Seusai aku sholat dhuha dari musola sekolahku , rere mengagetkanku dari belakang hingga aku terkaget. Dia berkata
            “intan selamat pagi? Rajin banget sholat sih kamu”
            “amin (aku tersenyum)”
            “eh tan, aku pengen bilang sesuatu nih sama kamu. Tentang h a t i alias perasaan”
            “apa emangnya?”
            “aku kayaknya jatuh cinta deh sama seseorang”
            “siapa hayo? Pasti guru olahraga yang ganteng ituiyakan?”
            “ih enggaklah, dia udah tua lagi. Emangnya gua suka sama om-om”
            “la terus?”
“ni to the nok. Gue suka nino intan, gimana inii, gue pusing. Kenapa gue suka sama nino sih?
Aku kaget akan hal itu. Sahabatku suka dengan orang yang aku rasa memang sudah sangat aku sayangi, bagaimana jadinya? Apa yang harus aku lakukan? Aku harus berfikir keras tentang semua ini, aku harus berfikir tentang keadaan ini. Tuhan bantu hamba dalam menjaga perasaan ini tuhan. Aku hanya bisa menjawab
            “hah? Selamat ya udah move on ciyeee udah move on”
            “kamu nggak cemburu kan?”
“cemburu? (wajah linglung) cemburu kenapa sih? Enggak kalik, biasa ajja sama aku, aku nggak punya rasa apa-apa”
            “beneran ? oke bagus deh kalok gitu, deketin aku sama dia kamu mau enggak?”
            “insyaallah ya re?”
            “ah kok insyaallah sih?”
            “kan kita muslim”
            “iyadeh ustadzah cantik ku”
Aku canggung dengan berjalan pada perasaan ini. Tinggal menunggu saja siapa yang harus ada dan mengalah. Pelajaran kulewati dengan rasa yang sangat sakit sekali, rere terus saja mendekati nino, untuk menghapus rasa sebal itu, aku memilih untuk diam dan mencoba tersenyum sambil menyanyikan lagu-lagu galau karena aku merasa bahwa musik adalah teman yang bisa mengerti kita. Aku menulis puisi yang berjudul “KEMEGAHAN CINTA”

KEMEGAHAN CINTA
Saking mengahnya karya Tuhan di alam
Aku merasa bahwa aku tidak pantas menggenggamnya
Goresan kertas usang ini
Menjadi saksi palsu pada janji-janji suci takdir
Takdirku menjadi kosong karena layu
Seperti perangai yang menerkan kepada bulir ombak
Akah kutahan denga jalinan
Akan kutahan dengan tingkapan tidar
Agar semuan tertutup dan semua tertiup
Hilang entah karena tertelan badai
Puisi karyaku yang sungguh menemani hatiku saat ini, aku hanya bisa merelakan apa yang aku rasakan, lebih baik aku mengalah dari ada aku yang harus bersalah. Dan tiba-tiba nino mendatangiku
            “eh apaan tu lihat dong”
            “eh bukan apa-apa sana kamu pergi saja cepetan sana”
            “kamu jahat banget sih”
Tanpa aku sadari ternyataa rere menatapku dengan sini
            “udah ah aku mau pergi”
“jangan sini aja, aku Cuma mau tany ini gimana pr matematikanya, aku nggak bisa nih, ajarin aku ya ? plissss?
            “ini aku yang ngajarin rere kok, sana minta tolong aja sama rere”
Aku pergi membalikkan badan dari nino, hingga ternyata rere menghampirinya untuk menemaninya dengan menduduki bangkuku. Aku merasakan hati ini sangat sakit, aku menangis untuk menghilangkan seluruh rasa sakitku ini. Hingga ternyata setelah aku mengerti, nino ternyata mengambil kertas puisiku yang aku tulis sebelumnya untuk dia. aduh bagaimana jika dia tahu bahwa puisi itu untuk dia? betapa malu dan bodohnya terhadap aku, nino dan rere.aku berada pada situasi sulit dan membingungkan. Hingga suatu hari aku mendengar kabar bahwa kisah yang diimpikan rere akan menjadi kenyataan. Ini sulit, sulit ketika kita mencintai yang sama, sakit ketika sahabat kitalah yang menyamai kita. Aku sendiri melawan sepi hingga seseorang yang tidak kuharapkan mendatangiku hingga aku hanya bisa membisu sekejap
            “intan, kamu kenapa akhir-akhir ini seringkali melamun” tanya nino
            “gapapa”
            “kamu nek kayak gitu malah jadi kayak kodok ngorek loh tan”
            “biarin”
Aku langsung pergi dengan memendam rasa sakit ini, aku sadar bahwa cinta itu tidak selalu indah, cinta itu lama-lama juga akan membusuk seperti buah, dan setelah dia membusuk dia akan jatuh untuk melepaskan diri dari tangkainya. Suatu ketika saat aku sedang membasuh muka untuk berwudlu, rere teriak memanggilku dan dia membawa nino dihadapanku.
            “intan, aku pingin ngomong sama kamu (teriak)”
            “iyaa apa kayaknya lagi seneng nih (menahan rasa kaget))
            “aku jadian loh sama nino”
            “oke selamat ya, long last”
            “kok Cuma gitu ssih?”
            “emang aku harus gimana? Aku mau sholat dulu nih, dadaaaa bentar ya”
            “itu si intan kenapa yah? Apa dia cemburu?”
Nino menjawap
“tidak, mungkin saja dia merasakan kemegahan cinta”
“apanya yang megah?”
“setiap saat dan pada semua hal, cinta itu pasti megah”
“contohnya?”
“ketika istri Bj. Habibie tiada dia tetap beristrikan istrinya dalam surga kelak, sehingga dia tidak ingin mencari yang lain karena hubungan beliau dengan istrinya akan ditempatkan di istana megah di surga”
“okeokeoke , udah yuk jalan aja”
Aku di dalam masjid menangis keras untuk meluapkan seluruh rasa sakit hatiku. Apa ini cinta? Cinta bertepuk sebelah tangan? Ah sial, aku terjebak nostalgia. Apa aku akan mendapatkan cinta lain selain nino? Atau malah akusulit untuk move on? Biarlah takdirku sendiri yang menjawab.
Setelah 1 bulan berjalan, nino merasakan bahwa perasaannya dengan rere adalah hal yang seharusnya tidak pernah terjadi. Nino selalu diharuskan untuk melakukan apa yang rere sukai, kebiasaan rere yang suka dugem tersebut harus diikuti nino selama mereka masih berpacaran. Aku hanya bisa tersenyum kepada nino dengan takdirnya saat ini, semoga dia bahagia dengan kebiasaan barunya, semoga dia tetap selalu tersenyum meskipun dia merasa tertekan. Aku yang mencintainya hanya dapat melihat nino dari kejauhan